Showing posts with label we love you. Show all posts
Showing posts with label we love you. Show all posts

Sunday, May 12, 2013

Yang Tidak Bisa Di Ucapkan Ayah

Diposkan oleh Unknown di 1:23 AM 0 komentar

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya.
 
Lalu Bagaimana Dengan Ayah ?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang ayah bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu menanyakan kepada ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.. ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah ayah mengganggapmu bisa, ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian ibu bilang : "Jangan dulu ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya” ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Kisah Pengorbanan Seorang IBU saat Gempa Bumi di Jepang

Diposkan oleh Unknown di 1:01 AM 0 komentar

Setelah gempa bumi reda, ketika penyelamat tiba di runtuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat mayat beliau melalui celah runtuhan dan timbunan tanah. Tetapi entah bagaimana posisi dia kelihatan agak aneh seperti melutut pada seseorang dan menyembah ke depan, dan dua tangannya mengendong sesuatu benda. Rumah runtuh ...itu telah menghantam punggung dan kepalanya.

Dengan usaha yang sulit, kepala pasukan penyelamat memasukan tangannya melalui celahan kecil di dinding untuk mencapai badan wanita tersebut. Dia berharap bahwa wanita ini mungkin masih hidup. Walau bagaimanapun, badannya yang dingin dan kaku membuktikan bahwa wanita itu telah meninggal dunia.


Dia dan seluruh pasukan meninggalkan rumah itu dan mencari korban pada bangunan runtuh yang lainnya. Tanpa alasan yang kuat, kepala pasukan ini didorong oleh satu kuasa yang kuat menariknya untuk kembali ke rumah wanita yang runtuh tersebut. Sekali lagi, dia melutut dan melalui celahan runtuhan yang sempit untuk melihat keadaan mayat itu. Tiba-tiba, dia menjerit kegirangan, "Seorang anak! Ada anak! "
 

Sekedar Cerita Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos